Kamis, 30 September 2021 00:00

MEMAJUKAN PARIWISATA MELALUI MEDIA DIGITAL

Di era revolusi industri 4.0 sangat kecil kemungkinan manusia yang tidak menggunakan teknologi, dari anak-anak sampai orangtua pasti hidup berdampingan dengan dunia digital. “dunia dalam genggaman” seperti itulah tagline yang berkembang di masyarakat dunia hari ini. Dunia digital, dunia yang bergerak dalam jaringan internet menyebabkan literasi masyarakat berkembang dari verbal menjadi bentuk teks yang bisa menarik minat pembaca. Literasi digital adalah kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, membuat, dan mengomunikasikan konten/informasi, dengan kecakapan kognitif maupun teknikal. Perkembangan inilah yang menjadi salah satu penunjang dalam perkembangan pariwisata saat ini.
Media digital seperti Twitter, Instagram, Facebook, Yuotube dan lainnya menjadi wadah untuk menyebarluaskan informasi mengenai budaya daerah dalam bentuk apapun dengan mudah dan cepat. Setiap orang ingin berkunjung ke suatu daerah bisa mendapatkan referensi yang asyik dan efektif melalui laman-laman aplikasi tersebut. Kemasan yang dibuat pun sangat menarik untuk dilihat, sehingga menjadi ajang promosi yang praktis bagi pemakai dan pengguna.
Disaat pandemi seperti inipun kekuatan media digital sangat mempengaruhi pola adaptasi pariwisata. Masyarakat bisa melakukan beberapa bentuk perjalanan seperti solo travel dimana berwisata sendiri tanpa pendamping yang dianggap lebih aman karena tidak membutuhkan interaksi langsung dengan orang lain, cukup menggunakan Google Map atau aplikasi lain untuk membantu perjalanan. Selain itu bisa juga berbentuk virtual tour yang sangat praktis tanpa memerlukan transportasi dan akomodasi, cukup buka laptop ataupun komputer kita bisa mengunjungi destinasi yang dituju.
Walaupun terdengar simple dan praktis, penggunaan media digital juga harus tetap sesuai dengan rambu-rambu yang ditetapkan. Bijak dalam memakai media sosial mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitifnya untuk mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet.(Ardian)
Sumber:


Kirim Komentar

Nama
Komentar
Security Code