Senin, 18 Oktober 2021 00:00

PENGEMASAN BUDAYA DALAM BINGKAI STORYNOMIC SEBAGAI SALAH SATU STRATEGI PEMASARAN DI ERA DIGITALISASI

Dilaksanakan pada tanggal 13 s.d 15 Oktober 2021, kegiatan Bimtek Pengelolaan Destinasi Pariwisata Sehat berjalan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Bertempat di Hotel Maxone Tanjungpandan, 40 peserta yang hadir berasal dari pengelola desa yang ada di Kabupaten Belitung.
Mengangkat tema meningkatkan inovasi pemasaran destinasi wisata melalui pendekatan “storynomics tourism”, kegiatan ini menghadirkan narasumber seperti Drs. Alexander Reyaan, MM (Direktur Wisata MInat Khusus Kemenparekraf RI), Fithrorozi, S.Kom. ME (Komunitas Telinsong Budaya), Achmad Hamzah (Budayawan), Wahyu Kurniawan, S.IP (KPSB Peta Belitung), Jumhadi (Pengelola Homestay), Aprilianti Puspita, SS, SP (Intepreter) dan Martin P. Gultom (Praktisi Pariwisata/GM Hotel Maxone Tanjungpandan).
Storynomics tourism menjadi gaya baru dalam menggeliatkan pariwisata di era pandemic covid 19 ini. Dalam hal ini potensi suatu destinasi dikemas melalui narasi, konten kreatif, kearifan lokal menggunakan kekuatan budaya sebagai akar pariwisata. Sebagai salah satu strategi pemasaran, penggunaan kekuataan storynomics ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang luas kepada wisatawan mengenai hal-hal yang menarik pada setiap destinasi, sehingga timbul kepedulian dan pengalaman dari destinasi yang dikunjungi dan mampu menceritakan kembali ke wisatawan lainnya. 
Meski saat ini pengembangan storynomics tourism masih pada destinasi super prioritas, tetapi juga akan diterapkan pada destinasi prioritas Kementerian Pariwisata RI. Melalui Kegiatan Bimtek Pariwisata sehat ini, selain menciptakan destinasi berstandar CHSE, juga akan berkolaborasi bersama seluruh stakeholder dan komunitas pariwisata menciptakan era baru dalam kemajuan pariwisata melalui perpaduan budaya dan digital.(ardian)
Sumber:


Kirim Komentar

Nama
Komentar
Security Code